A THE QAWAIDH AL-TAFSIR
TENTANG MUBHAM
Keywords:
Mubham, Qawaidh Tafsir, Tafsir al-Qur'an, Ulumul Qur'anAbstract
Penelitian ini membahas konsep mubham dalam Al-Qur’an serta kaidah-kaidah penafsirannya dalam perspektif qawaid al-tafsir. Mubham merupakan bagian dari redaksi Al-Qur’an yang menyebutkan sesuatu secara tidak jelas, baik berupa individu, tempat, maupun peristiwa, sehingga identitasnya tidak disebutkan secara rinci. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hakikat mubham serta batasan-batasan dalam menafsirkan ayat-ayat yang mengandung unsur kemubhaman. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber-sumber tafsir dan ulumul Qur’an yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat tiga kaidah utama dalam memahami mubham: pertama, hal yang hanya diketahui oleh Allah tidak perlu dipaksakan untuk diketahui manusia; kedua, sesuatu yang disamarkan dalam Al-Qur’an pada umumnya tidak memiliki urgensi syar‘i untuk dijelaskan; dan ketiga, pengetahuan tentang mubham hanya dapat diperoleh melalui dalil naqli yang sahih, yaitu Al-Qur’an, Sunnah, dan atsar sahabat, bukan melalui spekulasi akal atau riwayat Israiliyyat yang tidak jelas kebenarannya. Dengan demikian, kajian ini menegaskan pentingnya sikap kehati-hatian dalam menafsirkan ayat-ayat mubham serta fokus pada pesan moral dan hikmah yang terkandung di dalamnya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Bukhur Razie

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



