A THE QAWAIDH AL-TAFSIR

TENTANG MUBHAM

Authors

  • Muhammad Bukhur Razie STAI-PIQ SUMBAR

Keywords:

Mubham, Qawaidh Tafsir, Tafsir al-Qur'an, Ulumul Qur'an

Abstract

Penelitian ini membahas konsep mubham dalam Al-Qur’an serta kaidah-kaidah penafsirannya dalam perspektif qawaid al-tafsir. Mubham merupakan bagian dari redaksi Al-Qur’an yang menyebutkan sesuatu secara tidak jelas, baik berupa individu, tempat, maupun peristiwa, sehingga identitasnya tidak disebutkan secara rinci. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hakikat mubham serta batasan-batasan dalam menafsirkan ayat-ayat yang mengandung unsur kemubhaman. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber-sumber tafsir dan ulumul Qur’an yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat tiga kaidah utama dalam memahami mubham: pertama, hal yang hanya diketahui oleh Allah tidak perlu dipaksakan untuk diketahui manusia; kedua, sesuatu yang disamarkan dalam Al-Qur’an pada umumnya tidak memiliki urgensi syar‘i untuk dijelaskan; dan ketiga, pengetahuan tentang mubham hanya dapat diperoleh melalui dalil naqli yang sahih, yaitu Al-Qur’an, Sunnah, dan atsar sahabat, bukan melalui spekulasi akal atau riwayat Israiliyyat yang tidak jelas kebenarannya. Dengan demikian, kajian ini menegaskan pentingnya sikap kehati-hatian dalam menafsirkan ayat-ayat mubham serta fokus pada pesan moral dan hikmah yang terkandung di dalamnya.

Downloads

Published

2025-12-28

How to Cite

Razie, M. B. (2025). A THE QAWAIDH AL-TAFSIR : TENTANG MUBHAM. Nida Al-Qur’an: Jurnal Pengkajian Islam, 6(2), 74-80. Retrieved from http://ejournal.staipiq.ac.id/index.php/niqu/article/view/463

Issue

Section

Articles